Rencana pembangunan pelabuhan Gesing Gunungkidul tengah memasuki tahap sosialisasi dan masterplan.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan target pembangunan akan dimulai pada 2022 mendatang.


 Pantai Gesing (TRIBUNJOGJA.com | Hamim Tohari) 

Kepala Seksi Teknis Tangkap, DKP DIY , Catur Nur Amin mengatakan, pelabuhan akan didesain agar mampu menampung kapal-kapal dengan muatan di atas 5 Gross Tonange (GT).

"Ya, kami ingin membangun pelabuhan yang nyaman untuk pelayan."
"Nantinya direncanakan, kami juga akan mengajukan pengadaan kapal muatan di atas 5 GT melalui APBD dan APBN untuk menyelaraskan dengan pembangunan pelabuhan ini,"
jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini baru mengkodisikan untuk kelompok nelayan yang bisa memanfaatkan kapal hibah tersebut.
Rencananya, pada 2023 para nelayan siap beralih menggunakan kapal ukuran di atas 5 GT.

"Makanya saat ini masih kami lakukan pendataan berapa jumlah unit yang akan diajukan. Sehingga, untuk anggarannya kami belum bisa memastikan besarannya," ucapnya.

Kini, pihaknya akan berfokus pada program pembangunan pelabuhan Gesing terlebih dahulu.
Dengan adanya pembangunan pelabuhan Gesing diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi perikanan di DIY bersama dengan pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulonprogo.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul pun mulai melakukan pembahasan dengan Pemerintah DIY.
Kepala DKP Gunungkidul Krisna Berlian mengungkapkan Gesing menjadi satu dari 3 lokasi yang diproyeksikan pemerintah pusat sebagai pelabuhan laut di DIY.

"Selain Sadeng, rencananya pelabuhan dibangun di Adikarto, Kulonprogo dan Pandansimo, Bantul," kata Krisna.

Pelabuhan Adikarto saat ini sudah terbangun berupa pemecah ombak.
Sedangkan Pandansimo dianggap kurang memenuhi persyaratan sebagai pelabuhan, setelah kajian dilakukan.
Pilihan pun lantas jatuh ke Pantai Gesing.


 Suasana Pantai Gesing, terlihat beberapa wisatawan sedang menikmati keindahan pantai yang terletak di Kecamatan Panggang, Gunungkidul ini, Jumat (14/12/2018). (Tribun Jogja/ Wisang Seto Pangaribowo) 

Krisna mengatakan lokasi ini ideal sebagai pelabuhan karena memiliki pemecah ombak alami berupa perbukitan, serta bentuknya berupa teluk.
"Secara biaya pembangunan tentu akan lebih hemat, karena tidak perlu membangun pemecah ombak buatan," jelasnya.
Selain itu, Gesing juga dianggap strategis, sebab posisinya tak jauh dari Bantul.
Sehingga nelayan dari sana pun bisa memanfaatkan fasilitas di pelabuhan manakala beroperasi nantinya.
Pada tahap pertama, Krisna mengatakan Gesing akan berfungsi sebagai pendaratan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Selanjutnya baru akan dikembangkan menjadi pelabuhan laut.

"Akan dikembangkan secara bertahap, menyesuaikan prospek yang ada," ujarnya.

Pembangunan pelabuhan rencananya akan mulai dilakukan pada 2022 mendatang.
Sementara setahun ke depan akan dibahas masterplan, Detail Engineering Design (DED), kajian akademis, hingga AMDAL-nya.
Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto juga mengatakan Gesing ideal dijadikan sebagai lokasi pelabuhan laut.

"Secara jarak tentu akan lebih dekat, karena selama ini pelabuhan lainnya berada di ujung timur yaitu Sadeng," katanya.

Ruji pun menyatakan mendukung penuh rencana pembangunan Pelabuhan Gesing.
Kendati begitu ia berharap pemerintah sebagai pihak yang berwenang turut memperhatikan pendukung lain.
Menurutnya, nelayan tidak hanya membutuhkan infrastruktur berupa pelabuhan. T
etapi juga pembekalan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan mereka.
"Peningkatan perlu agar hasil tangkapan juga lebih optimal dan keuntungan bisa dinikmati nelayan," ujar Ruji. ( Ndg | Alx )


[ sumber : https://jogja.tribunnews.com/  ]
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni