PUNCAK Saka berada di Dusun Klajuran, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.

Dari Kapanewon Wates, yang merupakan pusat keramaian di Kabupaten Kulon Progo, ke Puncak Saka hanya butuh waktu 22 menit.

Namanya Bukit Saka Gelap. Untuk menuju ke Puncak Saka, wisatawan bisa menaiki sepeda motor maupun roda empat. Pengunjung bisa menikmati destinasi wisata tersebut setiap hari, pukul 08.30-21.00 WIB.

Di Puncak Saka, wisatawan bisa menikmati pemandangan persawahan maupun pegunungan. Saat malam, pelancong disuguhi gemerlap perkotaan.

“Kala awan tertutup mendung, bak negeri di atas awan,” kata pengelola Puncak Saka, Mangun Riyadi, baru-baru ini.

Fasilitas di Puncak Saka juga terbilang komplet. Sebut saja spot foto, toilet, musala, serta tempat makan di luar maupun dalam ruangan.

Aneka olahan makanan dan minuman khas Jawa pun ditawarkan dengan harga cukup terjangkau, yakni mulai Rp20.000 per porsi.

 

Menurut Riyadi, cuma butuh waktu 11 bulan untuk membangun Puncak Saka di atas lahan 4.000 meter persegi. Resmi beroperasi pada 11 Desember 2021, Puncak Saka rata-rata didatangi oleh lebih dari 100 orang per hari. “Di luar perkiraan. Kami keteteran,” ucapnya.

Guna meningkatkan kualitas rasa sajian dan pelayanan yang tersedia di Puncak Saka, Riyadi memberdayakan masyarakat lokal.

Karang taruna setempat digandeng sebagai pengelola parkir. Saat ini, ia mengemukakan, total pegawai di Puncak Saka berjumlah 13 orang.

Ditemui terpisah, seorang pengunjung bernama Rindangsari Pujiningtyas mengaku datang ke Puncak Saka bersama teman-teman untuk menyegarkan pikiran.

Ia dan kawan-kawan bercengkerama sembari menikmati suasana pemandangan yang disuguhkan.

“Saya tahu Puncak Saka dari media sosial. Saya kemudian penasaran dan memutuskan untuk datang bersama teman-teman. Ternyata benar, pemandangan alam dari Puncak Saka sangatlah bagus. Harga aneka makanan yang dihidangkan juga tidak mahal,” ungkapnya.

Lain hari, Rindangsari mengaku akan berkunjung lagi ke Puncak Saka bersama lebih banyak teman.

Apalagi, ia sangat penasaran dengan pemandangan gemerlap perkotaan pada malam hari dari Puncak Saka. “Sepertinya perlu dicoba,” ujarnya. 

 

sumber : [ TribunJogja.com | Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Iwan Al Khasni ]